Ekologi Yang Terluka dan Nurani Bangsa Yang Terabaikan

Penulis : Ilmia Nabila (Kader IMM Kota Makassar)

Krisis ekologi yang terjadi saat ini bukan sekadar persoalan kerusakan lingkungan, tetapi juga cerminan nurani bangsa yang mulai terabaikan. Kerusakan hutan, pencemaran air dan udara, perubahan iklim, serta meningkatnya bencana alam menunjukkan rapuhnya tanggung jawab manusia terhadap alam. Di Indonesia, laju deforestasi, pencemaran sungai, dan persoalan sampah plastik menjadi indikator lemahnya kesadaran ekologis. Dominasi bencana hidrometeorologi semakin menegaskan bahwa alam yang terluka adalah akibat kelalaian manusia sendiri.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa krisis ekologi berakar pada krisis moral yang menggerus nilai kepedulian dan tanggung jawab. Keserakahan, gaya hidup konsumtif, dan orientasi pembangunan jangka pendek mendorong eksploitasi alam tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Generasi saat ini menikmati hasil pembangunan, sementara generasi mendatang berisiko menanggung beban kerusakan lingkungan. Ketimpangan ini mencerminkan pengabaian keadilan antargenerasi sebagai bagian dari etika kebangsaan.

Lebih jauh, krisis ekologi juga menandakan krisis spiritual yang menjauhkan manusia dari amanahnya sebagai khalifah di bumi. Dalam perspektif Islam, manusia ditugaskan untuk menjaga dan merawat alam sebagai bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Kerusakan lingkungan dipandang sebagai akibat dari perbuatan manusia yang melampaui batas dan mengabaikan keseimbangan. Ketika nurani bangsa tumpul, relasi manusia dengan alam berubah dari amanah menjadi eksploitasi.

Sebagai langkah pemulihan, diperlukan integrasi pendekatan moral, spiritual, dan ekologis dalam setiap aspek kehidupan berbangsa. Upaya penyelamatan lingkungan tidak cukup mengandalkan kebijakan dan teknologi, tetapi harus disertai pembentukan karakter dan penguatan kesadaran amanah. Pendidikan nilai, gerakan sosial, dan keteladanan pemimpin menjadi kunci membangkitkan kembali nurani bangsa yang terabaikan. Dengan demikian, harmoni antara manusia dan alam dapat dipulihkan demi keberlanjutan kehidupan dan masa depan Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama