Bencana Ekologi dan Runtuhnya Martabat Khalifah

Penulis : Rusman Azis (Kader IMM Kota Makassar)

Makassar Krisis ekologis bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan konsekuensi dari kegagalan moral manusia menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi. Kerusakan lingkungan lahir dari paradigma pembangunan yang menyingkirkan nilai etik dan spiritual.

Kemajuan material yang tak terkendali justru berujung pada degradasi alam dan ketimpangan sosial. Dengan demikian, krisis lingkungan merupakan krisis peradaban yang memisahkan iman dari praktik kehidupan.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Haedar Nashir yang menilai krisis lingkungan sebagai bagian dari krisis peradaban. Pembangunan yang kehilangan dimensi moral dan transendensi memicu kerusakan ekologis yang meluas.

Dalam perspektif Islam, Al-Qur'an menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah manusia. Menjaga keseimbangan alam karenanya menjadi wujud tanggung jawab keimanan dan ketaatan kepada Allah.

Dalam konteks gerakan mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memikul tanggung jawab strategis membangun kesadaran ekoteologis. Integrasi intelektualitas, spiritualitas, dan aksi sosial menjadi fondasi gerakan merawat bumi.

Upaya pelestarian lingkungan bukan sekadar agenda sosial, tetapi pemulihan martabat manusia sebagai khalifah. Dengan kesadaran tersebut, peradaban dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa kehilangan landasan moral dan amanah Ilahi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama